Al Kindy Menorehkan Prestasi

Anggota Al-Kindy Menorehkan Prestasi di FTT UI

Al-Kindy Berjaya di Cirebon

Juara Umum di Gebyar Bahasa Arab (GBA) IAIN Cirebon

Ketua BSO Al-Kindy 2015-2016

Hasan Rafsanjany Ketua BSO Al-Kindy terpilih Periode 2015-2016

MAKRAB AL-Kindy

Kegiatan Untuk Menguatkan Persaudaraan Al-Kindy dari semua Angkatan

Torehan Prestasi Anggota Al-Kindy di Pekan Ilmiah Olahraga dan Riset (PIONIR) VII IAIN Palu

Agung Muttaqien dan Yati Khairani Yahya Meraih Mendali Perak di Lomba Debat Bahasa Arab di Pekan Ilmiah Olahraga dan Riset (PIONIR) VII IAIN Palu

MILAD AL-Kindy

Semarak Milad AL-Kindy ke 2

Kamis, 22 Mei 2014

Milad Pertama, Jumlah Peserta Tak Terduga


Milad Al-Kindy pertama yang digelar Senin malam (21/05/2014) kemarin di auditorium gedung C UIN MALIKI Malang bisa di bilang lancar. Acara yang diperkirakan hanya akan dihadiri oleh beberapa orang saja tersebut ternyata berlangsung di luar dugaan. Jumlah peserta Talk Show yang datang membludak, benar-benar di luar perkiraan. Acara tersebut tidak hanya di hadiri oleh mahasiswa baru jurusan Pendidikan Bahasa Arab, namun juga para senior PBA, dan berbagai jurusan lain dari berbagai angkatan.
Meski acara yang dijadwal dimulai pukul 18.30 ini mengaret sampai sekitar setengan jam, namun acara ini tetap berlangsung tanpa hambatan yang berarti, hanya saja beberapa performance harus menjadi korban.  Acara yang diisi Talk Show bertema “Teknik Jitu Belajar Berbicara Bahasa Arab” ini di buka dan di resmikan dengan pemotongan kue oleh Kepala Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Ustadzah Mamluatul Hasanah.
Acara yang juga diselingi dengan simulasi debat, dance, ghina’ Aroby dan puisi ini sekaligus acara launching senandung dan seragam baru Al-Kindy. Penetapan tanggal milad ini di ambil dari sejarah pemikir Al-Kindy yang lahir pada tahun 185, yang di filosofikan menjadi tanggal 18 bulan 5 (18 Mei), namun baru bisa terlaksana tanggal 19 Mei menyesuaikan situasi dan kondisi. 
Acara berlangsung di luar perkiraan dengan membludaknya peserta. Namun para senior Al-Kindy berpesan agar tidak terlena dengan kemeriahan acara yang pertama ini. Mereka mengingatkan bahwa Al-Kindy bukan EO (Event Organizer), Al-Kindy adalah sebuah badan semi otonom yang menjadikan munadhoroh billughoh ‘Arobiyah sebagai titik fokus yang utama. Semoga milad yang pertama ini menjadi awal yang baik untuk membangun fondasi kekeluargaan dan kerja sama anggota Al-Kindy dan semua mahasiswa jurusan PBA pada umumnya. Semoga Al-Kindy bisa terus mengukir prestasi di papan sejarah dunia. Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini. Syukron katsir ‘ala hudlurikum..


Peresmian Milad Pertama dengan pemotongan kue oleh KAJUR PBA



Jumat, 16 Mei 2014

Talk Show Milad Al-Kindy

Al-Kindy mengadakan talk show bertema "Teknik Jitu Berbahasa Arab" pada perayaan milad senin, 9 Mei mendatang. Jangat lewatkan momen bermanfaat ini ya....join us....!!!







Senandung Al-Kindy




أَ ثْبَتَ الَّليْلُ ظَالِمًا

وَالْجَوُّ يَكُوْنُ بَارِدًا
اكْتَشَفَ الشَّبَابُ يَوْمًا
يَحُلُّ المَشَاكِلَ الزَّمَانِيَة
أَضْحَى النَّهَارُ مُنَوِّرًا
الهَوَاءُ لَا يَزَالُ حَارًا
ازْدَهَرَتْ أَنْوَارُ الإِنْجَازَاتِ
مِنَ الفَائِزِينَ وَالفَائِزَات
نَحْنُ نُمَارِسُ المُنَاظَرَة
نحن نُدَرِّبُ المُنَاقَشَة
نَحْنُ نُعَوِّدُ المحُاَدَثَة
كُلُّهَا بِلُغَةِ الْجَنَّة
عَرَبِيَة
الكِنْدِي
الفَهْدُ أَكْرَمُ النَّادِي
ذُو وَجْهِ الأَسَدِ وَفُؤَادِهِ العَزِيْزِ
الكندي
يَصُوْتُ بِالصَّرَاخَةِ وَلِلتَفْكِيْرِ البَاهِرِ
لَيِّنُ الفَوْهِ ,الشَّجَاعَة كَالفُوْلَاذِ

Selasa, 13 Mei 2014

Memoriam Yang Terulang di Festival Timur Tengah UI


Semua ini berawal dari keinginan untuk menaklukkan UniversitasIndonesia (UI). Berbeda dengan kampus-kampus lain seperti UNJ, UGM, UNPAD, UM, dll kami belum bisa menaklukkan kancah debat UI. Meski mendapat juara di Lomba Menyanyi Arab di UI tahun lalu, keinginan untuk menang di debat amat besar. Saya, (Imam PBA  bertekad melanjutkan perjuangan senior kamiUntuk itu, saya mengajak teman anggota debat Al-Kindy PBA (angkatan 2011)  untuk berpartisipasi. Terbentuklah sebuah tim debat utusan jurusan PBA yaitu Fahmi fathoni, Diah dina Aminata dan Imam Athoir Rokhman Kamibertekad berangkat ke UI bersama-sama teman-teman kontingen jurusan. Pemberangkatan lomba debat ke UI dari jurusan PBA mendapatkan dukungan penuh dari pihak jurusan PBA dan pengurus HMJ PBA, hal ini dibuktikan dari kepengurusan dana dll, yang semuanya ditanggung jawabi penuh oleh pengurus HMJ PBA dan di bantu oleh pihak jurusan PBA. Tim kontingen debat PBA berangkat ke UI Depok pada hari Sabtu sore, keikutsertaan kami di lomba debat FTT UI diharapkan memberikan prestasi baru untuk jurusan PBA, karena beberapa tahuin ini belum ada prestasi yang dipersembahkan untuk jurusan PBA oleh mahasiswa PBA
.
Sesampainya disana, kami langsung bersiap-siap untuk berlaga. Doa tak putus kami panjatkan. Hingga tibalah hari pertama, saat baca berita dan babak penyisihan debat dimulai. Grup debat UIN Maliki 1 yang kali ini diwakili oleh Mahasiswa Jurusan BSA melawan UNPAD 1 dan grup debat UIN Maliki 2 yang kali ini diwakili oleh Mahasiswa Jurusan PBA melawan UNPAD 2. Grup 2 tampil sangat baik melawan rival yang amat berat, begitu pula Grup 1, meskipun mereka diuntungkan karena lawan lebih ringan.
Saat pengumuman hasil penyisihan, seluruh aula terasa tegang. Dan hasil penyisihan dimenangkan oleh Tim Debat UIN MALIKi 1 (BSA) dan Tim Debat UIN MALIKi 2 (PBA) Sebagian penonton mendukung UIN Maliki 1, sebagian mendukung UIN Jogja 1.  Tak disangka, UIN Jogja unggul dengan selisih 4 poin.  Kami tertunduk sedih dan kecewa. Namun syukurlah, Grup 2 lolos ke babak perdelapan final.
Lawan kami (Tim Debat PBA)  selanjutnya adalah UIN Jogja, yang terlebih dahulu mengalahkan salah satu kandidat juara yaitu Tim UGM Dengan waktu 1 hari, kami mempersiapkan diri sebaik mungkin. Setiap personil tapil maksimal dan percaya diri. Lawan pun terlihat kewalahan dengan performa kami saat itu. Saat pengumuman hasil lomba, kami  yakin akan lanjut ke babak semifinal dan meraih juara, keyakinan kami juga didukung oleh Dosen Bahasa Arab UM dan UAD (universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta) yang pada saat itu beliau rela meluangkan waktunya untuk melihat tim debat bahasa Arab dari PBA UIN MALIKI MALANG.  Sekali lagi, tak disangka,  kami diputusakan kalah dengan perbedaan skore yang sangat tipis yaitu 222 dan 224. Kami sangat terkejut, begitu pula penonton di sekitar ruangan. Hampir seluruhnya memprediksi bahwa kamilah yang akan maju sebagai juara.  Keputusan dewan juri yang diberikan pda perlombaan tersebut sangat tidak adil karena tim UIN Jogja melakukan banyak kesalahan yang mencakup aspek Adab, disaat perlombaan salah satu pembicara dari tim  UIN jogja mengutarakan ungkapan rayuan (dalam bahasa Arab) kepada pembicara ketiga kami yang pada kali ini adalah wanita, kalau kita berpegangan pada perauran perlombaan debat internasional tindakan seperti itu bisa membuat tim tersebut kalah secar mutlak.
Keesokan harinya, ketika menghadiri penutupan FTT UI kami tetap merasa malu harus pulang ke Malang hanya dengantangan kosong. Kami merasa bersalah pada pihak fakultas, jurusan, HMJ PBA dan semua orang yang telah mendukung kami dengan tulus.
Sebelum pulang, kami berkumpul di depan tugu asrama UI dan berazam bersama, bahwa perjuangan kami belum berakhir sampai disini. Kami akan terus berjuang hingga mampu menaklukkan cabang-cabang lomba lain di FTT-UI, terutama debat. Kami akan membanggakan fakultas dan kampus kami yang telah berjasa mengantarkan kami kesini. Azam itu kami tutup dengan memanjatkan doa bersama. Semoga Allah mendengar dan mengijabah apa yang kami harapkan. Selanjutnya, kami pasti akan berbuat lebih baik lagi. Kami yakin akan hal itu. Bismillah

AKU dan AL KINDY PBA

  



Empat semester sudah aku berjalan dalam koridor pilihanku. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab merupakan sarana aku untuk mengembangkan seluruh keahlian dan keterampilan bidang berbahasa Arab. Sedih, letih, senang dan riang sudah aku lakukan dan rasakan dengan dinamika kehidupan yang beraneka ragam. Mengakibatkan hal itu semua tidak akan berhenti untuk menggapai mimpi dan merajut prestasi akademik dan non akademik.
Mahasiswa yang sering diacungkan sebagai agent of change. Membuat diriku terus menggebu dengan jurusan yang dahulu sempat eksis di Fakultas Humaniora. Kesungguhan dan keuletan dari mahasiswa PBA lain, menjadikan aku terinspirasi dan termotivasi untuk melakukan hal yang terbaik. Seperti yang dilakukan oleh kakak-kakak kelas sebelumnya : Mbak Asri, Mas Imam, Mas Fahmi, Mbak Dina dan lain sebagainya.
Banyak sekali rintangan dan hambatan yang pernah aku rasakan disini. Singkat kata aku dahulu pernah diajari untuk belajar mandiri oleh kakak kelas tersebut. Sebuah komunitas yang suci dan bersih selalu menyelimuti hati ini dia bernama Al Kindy. Yah... aku bernafas disini dengan sejuta kejutan yang tersaji di dalamnya. Keilmuan yang tidak akan pernah diperoleh dalam bangku perkuliahan, namun disini aku memperolehnya.
Debat bahasa Arab merupakan salah satu trik berjitu mahir dalam berbicara bahasa Arab, terkonstruk dalam komunitas ini Al Kindy. Selama satu tahun lamanya aku berproses di dalamnya. Banyak pengetahuan dan pengalaman yang terukir dalam sejarah perjalanan aku dan PBA. Semenjak semester satu aku sudah di doktrin betapa pentingnya mengikuti ajang perlombaan. Sehingga akupun terdorong untuk melakukannya. Ironisnya, pra lomba perdana yang aku ikuti ajang Pekan Arobi Universitas Negeri Malang, aku mendapatkan kuliah non formal KEPBAAN oleh pendiri komunitas ini Mbak Asri. Begitu hitam dan pahitnya perjalanan semasa beliau mengikuti lomba debat bahasa Arab khususnya. Dahulu itu memang setiap ada lomba bahasa Arab, surat undangan/permohonan delegasi tidak tertuju dalam jurusan Pendidikan Bahasa Arab melainkan jurusan Bahasa dan Sastra Arab tetangga reval dalam satu atap fakultas. wisudawati 2014 ini.
Secara yuridis legalitas Al Kindy ini dahulu masih menimbulkan banyak pertanyaan dari berbagai kalangan. Pasalnya dalam struktur organisasi intra kampus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ PBA UIN Maliki Malang) tidak ditemukan kaitan antara Al Kindy dengan HMJ PBA. Sehingga pihak Pengurus Harian HMJ PBA pada masa khidmah 2008-2009 tidak ikut andil bagian penuh. Hal itu mengakibatkan ketidakpahaman dan ketidaktahuan antara kedua belah pihak yang selalu mengakibatkan pro dan kontra dalam pengamalannya. Sehingga pihak jurusan dan dekanat fakultas Humaniora, tidak terlalu memperhatikan kegiatan-kegiatan dalam Al Kindy tersebut.
Beken dan kerenya, perkara itu tidak melunturkan semangat juang dari mbak Asri. Beliau selalu terkompa jiwanya dengan kobaran jihad yang membara. Dibuktikan dengan keikutsertaan lomba dengan dana atau uang sendiri tanpa diketahui dan dibantu oleh birokrat fakultas. Wal hasil tekad yang kuat itu terbuktikan dengan puluhan piala yang telah di raihnya selama enam tahun lamanya. Baik tingkat ragional atau nasional. Sungguh luar biasa, sebuah tauladan yang pantas ditiru bagi kaderisasi Al Kindy yang diacungkan oleh mahasiswi asal bojonegoro itu.
Berjalannya waktu sejak dini hingga kini, dari minggu ke minggu, bulan ke bulan dan tahun ke tahun, ‘aib bin al‘uyub yang dialami kakak kelas ini, terbongkar hingga akarnya dan diketahui oleh jurusan dan birokrat fakultas. Sehingga ada lampu kuning untuk melegitimasikan kegiatan-kegiatan Al Kindy dalam setiap minggunya berupa proses latihan debat bahasa Arab dan puluhan prestasi yang telah dialaminya. Al Ustadz Mubaligh salah satu dosen yang sangat memperhatikan kegiatan-kegiatan mahasiswa di jurusan turut andil dalam pengklarifikasian ini semua. Dibuktikan dalam sebuah forum dosen lintas fakultas Humaniora, beliau mengekspos seluruh kronologi hitam yang pahit hingga hasil lomba yang suci nan manis. Yang itu semua telah di lakukan oleh kakak kelas kita terdahulu. Tangkas sekertaris jurusan ini.
Kepengurusan HMJ PBA masa khidmah 2012-2013 yang dikomandoi oleh Raudhotul Fikri. Akan dimulai penertiban sistim keorganisasian terkait Al Kindy ini. Karena melihat dan mendengar begitu banyak prestasi yang di raihnya. Lalu pelegitimasian itu perlahan berjalan yang dibawah devisi Tarqiyyatut At Tholabah. Fatah Amin selaku Cordinator menegaskan kegiatan rutinan Al Kindy tetap berjalan seperti biasa dengan latihan yang optimal dan maksimal. Bedanya Al Kindy dahulu masih disebut ilegal dan sekarang sudah legal dalam tatanan kepengurusan HMJ PBA. Ungkap mahasiswa asal kudus ini. Dan alangkah baiknya, pada kegiatan akhir pengurusan  Laporan Pertanggung Jawaban LPJ HMJ PBA serta di lanjuti oleh Musyawarah Senat Mahasiswa (MUSEMA) fakultas Humaniora. Menetapkan dan melegitimasikan bahwa Al Kindy menjadi Badan Semi Otonom (BSO Al Kindy) di HMJ PBA.
Status baru, pastinya semangat baru yang dialami oleh teman-teman Al Kindy. Saat ini kepengurusan HMJ PBA masa khidmah 2013-2014 yang dikomandoi oleh M. Hasan Abdillah memilki dua macam Badan Semi Otonom : BSO Al Kindy dan BSO El Fatih (Kepenulisan). BSO Al Kindy yang merupakan wadah mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab. Serta menaungi berbagai macam cabang lomba berbahasa Arab seperti : Pidato Bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Menyanyi Bahasa Arab, Olimpiade Bahasa Arab, Musabaqah Tilawatil Qura’an (MTQ), Kaligrafi, dan lain-lain. Terkemas dalam sebuah sistem yang terstruktural oleh BSO Al Kindy HMJ PBA.
Awal bulan ini Mei 2014, keluarga besar Pendidikan Bahasa Arab merasakan sebuah kesyukuran dan kenikamatan yang mendalam. Pasalnya BSO Al Kindy HMJ PBA perdana kali mendelegasikan mahasiswanya untuk bersaing lomba tingkat Nasional. Luar biasanya untuk perdana kalinya jurusan yang baru pindah ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini, mendelegasikan terbanyak pertama kalinya. Mereka berjumlah 12 mahasiswa plus official yang mampu bersaing maksimal dalam ajang ALF (Al Arobiyah Lil Funun) di jurusan PBA FITK UIN Syarif Hidayatullah 28 April-3 Mei 2014 M. Wal hasil, dengan menyebut Bismiliah wal Alhamdulillah delegasi mahasiswa PBA yang di bawah komando BSO Al Kindy mampu menorehkan sejarah agung dengan tinta emasnya sebagai JUARA UMUM. Alhamdulillah, semoga ini tidak berhenti di tahun ini saja, melainkan mampu mempertahankan dan menjadi inspiratif dan semangat juang bagi regenerasi Al Kindy kedepan. Aamin yaa mujiibassailin. (Agung Muttaqien)



Terwisudanya salah satu pelopor Al-Kindy




Wisuda bersama S1, S2, S3, dan D3 UIN MALIKI Malang berlangsung hari Sabtu, 10 Mei 2014 kemarin di Gedung Sport Center UIN MALIKI Malang. Acara tersebut dihadiri oleh rekan dan para wali mahasiswa dari berbagai penjuru di tanah air. Para pedagang pun turut meramaikan acara tersebut, mulai dari  pedagang barang khas wisuda (seperti bunga, boneka khas wisuda, dan penyewaan  background foto), souvenir, makanan, sampai busana. Tak hanya pedagang dari luar, masing-masing organisasi dan instansi kampus dan ma’had pun turut mengambil kesempatan untuk meraup keuntungan dengan mendirikan stan-stan dagang.
Acara wisuda digelar mulai pukul delapan pagi sampai setengah satu siang. Sementara acara tersebut berlangsung, para pedagang yang memenuhi jalan sekitar kampus sibuk dengan dagangan mereka masing-masing. Namun, sekitar pukul sebelas pagi jalan sekitar Gedung Sport Center sudah dipenuhi dengan ribuan orang yang ingin menyambut keluarnya para wisudawan-wisudawati. Mereka rela berpanas-panasan di bawah terik matahari yang sangat menyengat siang itu. Mulai dari perorangan sampai organisasi dan instansi  yang ingin menyambut anggotanya, tak terkecuali Al-Kindy.

Minggu, 11 Mei 2014

Sidang Paripurna 1; Al-Kindy turut berperan aktif


Sidang Paripurna 1 yang membahas Rapat Kerja (RAKER) Lembaga Legislatif dan Eksekutif Fakultas Humaniora UIN MALIKI Malang yang terdiri dari Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan kskutif Mahasiswa (DEMA),  Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (HMJ PBA)-sekarang di pindah ke Fakultas Tarbiyah- dan dua jurusan lainnya ini berlangsung tanpa hambatan. Al-Kindy sebagai Badan Semi Otonom HMJ PBA pun turut memberikan peran aktif didalamnya.
Dalam acara yang berlangsung selama 3 hari di Songgoriti pada hari Jum’at-Minggu, 11-13 April 2014 ini, masing –masing devisi diberi kesempatan menyampaikan rapat kerja yang akan diterapkan satu tahun kedepan didepan semua peserta sidang. Tak terkecuali Al-Kindy yang sebelumnya sudah menyusun rancangan rapat kerja di kediaman Ustadz Umar sebagai salah satu pembimbing Al-Kindy.